CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 15-12-2020 15:31:31

Transportasi kargo udara menjadi pendapatan yang semakin penting bagi maskapai penerbangan di tengah lesunya permintaan transportasi penumpang oleh Covid-19.

Denon Prawiraatmadja, Presiden Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), mengatakan angkutan angkutan udara sangat diperlukan karena angkutan penumpang berusaha untuk menemukan performanya kembali, sementara permintaan terus meningkat. Aku melakukannya.

"Sementara permintaan meningkat selama pandemi ini dan pergerakan penumpang menurun, angkutan udara sangat diperlukan karena okupansi secara bertahap meningkat hingga 30%," ujarnya, Minggu (7/5/2020). ) Dijelaskan kepada Bisnis.

Selain itu, dia mengomentari banyaknya maskapai reguler yang fokus pada bisnis angkutan sehingga memicu persaingan harga. Menurutnya, hal tersebut wajar selama persaingan sehat.

Sementara itu, dia berterima kasih kepada pemerintah yang telah bekerja sama dengan baik dengan maskapai penerbangan dalam mengoptimalkan angkutan barang menggunakan pesawat penumpang. Dukungan pemerintah ini tercermin dari Sirkulasi Direktur Penerbangan Sipil 2020 tentang Operasi Angkutan Udara selama Kegiatan Masyarakat yang Produktif dan Aman dari Pandemi Covid-19.

Sementara itu, Danan Mandala Prihantro, salah satu strategi komunikasi Lion Air Group, mengatakan pihaknya belum bisa memprediksi tren bisnis penerbangan semester II / 2020. Alasannya, masih terlalu banyak variabel yang perlu dipertimbangkan.

“Saya belum tahu, tapi saya masih menganalisis pasar karena masih banyak variabel yang perlu diperhatikan,” jelasnya.

Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, mengatakan tidak ada pembatasan penerbangan kargo sesuai aturan. Dari 7 Mei hingga 7 Juni 2020, lalu lintas barang di 19 bandara diperkirakan sekitar 34.000 ton, di mana Bandara Internasional Skalnohatta akan mencapai 27.000 ton.

“Tidak ada pembatasan kargo. Bahkan, maskapai yang mengoperasikan pesawat berstruktur penumpang telah diperpanjang untuk secara khusus mengoperasikan penerbangan kargo dengan memuat kargo di kabinnya. PT Angkasa Pura II selalu Kami akan berkoordinasi dengan pihak yang berkepentingan untuk menjaga kendali gudang penyimpanan dan aspek lainnya untuk memastikan kargo diproses dengan baik, ” ujarnya.

Dia menjelaskan, selama sebulan dari 7 Mei hingga 7 Juni 2020, volume kiriman barang tidak setinggi biasanya. Namun, volume yang mencapai 34.000 ton tersebut mencerminkan bisnis angkutan barang industri penerbangan yang akan tetap terjaga pada tahun 2020 dan masih berpotensi untuk tumbuh.

Selain maskapai penumpang yang mengoperasikan penerbangan kargo, ada juga maskapai yang mengoperasikan pesawat kargo di Bandara PT Ankasapura II: My Indo Airlines, Cargo Lux, dan K-Mile Air.

PT Angkasa Pura II saat ini memiliki dua afiliasi yang bergerak di bisnis angkutan barang. PTAngkasaPuraKargo (99,99% saham) dan PT Gapura Angkasa (mayoritas 46,26%).